Wednesday, April 27, 2016

WHERE SHOULD I STAY ??

Setelah passport dan ticket di tangan, maka semangat berikutnya adalah hunting akomodasi yg affordable sesuai budget di kantong.

Bulan Maret-April seperti yang kita ketahui adalah bulan high season, karena semua turis mancanegara ingin menikmati indahnya Sakura di spot-spot utama di Jepang. Jadi pastinya semua travel agent jauh-jauh hari sudah confirmed untuk akomodasinya. Gak heran kalau sedang browsing hotel untuk di Tokyo ataupun Kyoto, Osaka  jawabannya selalu.. "Maaf tanggal yang anda minta tidak avalaible". Kalaupun ada Hotel yg masih available, pasti rate-nya sudah tinggi, sayangkan bayar mahal hanya dinikmati untuk tidur malam saja.

"Nanti di Osaka nginap di hotel Shin'osaka ya.. hotelnya persis depan stasiun" ujar dr. Priyanti yang sudah malang melintang di Jepang saat sekolah dulu. Tapi lagi-lagi kecewa, karena hampir semua Hotel di Shin Osaka penuh. Rupanya banyak turis yang tidak kebagian hotel di Kyoto, jadi harus menginap di area Shin Osaka. Daerah itu adalah jarak yang terdekat menuju Kyoto, mengingat dari Shin Osaka ke Kyoto hanya memerlukan 15 menit naik shinkansen (kereta super express).


Asakusa street

Pengalaman Vidya di Vienna mendapat akomodasi melalui airbnb, akhirnya membuat kami juga mencari alternatif booking online lewat airbnb.com. Begitu banyak pilihan saat membuka web-nya, semua menampilkan foto rumah tampak depan, ruangan dan juga fasilitas yang tersedia serta jarak ke stasiun yg merupakan daya tarik tersendiri bagi turis. Harganya per malam pun jauh lebih murah dari menginap di Hotel. Alhamdulillah dari sekian banyak pilihan, kami memilih penginapan di daerah Asakusa - Tokyo dekat dengan Sensoji Temple. Komunikasi dengan pemilik apartment berjalan lancar via app airbnb. Detailed info, do and dont, denah ke lokasi serta cara mengambil kunci lengkap dikirim owner via email. Jadi sampai check out pun kami tidak pernah tatap muka dengan pemilik penginapan. Trust banget ya! Alhamdulillah akomodasi di Tokyo dan Osaka sudah confirmed liwat airbnb.com. Plong rasanya satu per satu beres dan karena kami harus pulang melalui NARITA lagi, maka pada 4 hari terakhir setelah kembali dari Osaka kami booked Richmond Premiere Asakusa Hotel yang dekat dengan Asakusa Stasiun melalui jalur Tsukuba express.

Setelah semua akomodasi sudah confirmed, maka schedule sudah tergambar dan itenerary sudah bisa dibuat sebagai salah satu persyaratan mendapatkan visa. Banyak alternatif penginapan di Jepangyang bisa dipilih, dari rate bawah seperti capsule hotel, hostel, dorm sampai hotel berbintang, apartment  hingga ryokan. Pun ada kemudahan untuk booking online hotel tanpa harus membayarnya dulu.


"Be Smart to choose your accommodation!"
      

Saturday, April 23, 2016

ITEM PERSIAPAN : TICKETING



Sebagai langkah awal adalah buat checklist persiapan :
  1. Masa berlakunya passport. Ini menjadi sangat penting karena saat booking tiket harus  menunjukkan passport yg expired date-nya masih 6 bulan.
  2. Booking ticket Jakarta-Narita-Jakarta. Hunting ticket promo!!
  3. Buat Itenerary hari ke hari selama berada di Jepang.
  4. Cari akomodasi sesuai anggaran yang dialokasikan.
  5. Urus visa di Kedutaan Jepang
  6. Beli JR Pass untuk tranportasi kereta JR dan bullet train / shinkansen

Tiket adalah hal utama yang diperlukan untuk bisa mengurus visa, sehingga harus ditetapkan tanggal keberangkatan dan maskapai yg dipilih. Saat browsing skyscanner ada info dari JAL yang sedang merelease tiket promo. Perburuan pun dimulai karena kesempatan promo terbatas dan pembelian tiket hanya bisa online atau pada travel yang ditunjuk yaitu Jalan tour dan JTB travel.

Kantor JAL dan travel JTB kebetulan berada di gedung yang sama di Wisma Keiai, lantai 2, jalan sudirman; sehingga alhamdulillah hari itu juga diputuskan naik maskapai JAL dengan tiket promo fare. Berangkat pagi hari dan tiba di sore hari, sesuatu yang dihindari oleh para tour & travel karena umumnya semua tour berangkat malam tiba dengan estimasi pagi hari langsung berkegiatan.

Tapi okelah namanya juga tiket promo, itu saja sudah alhamdulillah serasa perjalanan dengan kehendak dan kemudahan Allah. Biasanya harga tiket JAL ke Jepang pp mencapai 14 juta /orang dan alhamdulillah kami bisa memperoleh tiket JAL seharga 15 juta untuk 3 orang! Sujud syukur kehadapan Sang Khaliq atas berkatNya yg luar biasa, padahal bulan Maret & April adalah bulan high-season karena bulan dimana Sakura blooming biasanya harga tiket bisa menjadi sangat mahal.

Jadi bagi teman-teman yang mau liburan ke Jepang tolong rajin-rajin browsing laman maskapai JAL, ANA, Garuda atau Airasia incase ada tiket-tiket promo, serta rajin meng-compare harga diantara harga-harga maskapai lainnya sebelum memutuskan.


Selamat hunting tiket :)

"Carilah tiket promo sampai kau dapat!"




TRIP TO JAPAN : Trick or Treat ??




" Ayo ibu, berani deh jalan sendiri gak usah pakai travel group. Kan sudah pernah ngerasain dengan tour, serba terbatas dengan waktu dan gak bisa ke Harajuku lho! Katanya kita mau nyobain Takoyaki dan Okonomiyaki yg uenak di Dotonburi.." Itulah anaks selalu menyemangati agar aku berani memutuskan jadi independent traveller alias backpacker alias jalan jalan sendiri tanpa pemandu. Artinya siap dengan segala kemungkinan, susah senang bersama.
Waduh mau liburan, pake mikir lagi.. how come? 

Antara iya dan tidak, ada keraguan walau sudah pernah tour ke Jepang 2 tahun yg lalu. Enaaak sih seperti ndoro putri selalu diserve, kemanapun pergi bus sudah siap, makanan halal sudah terjamin dan terhidang. Semua oke sesuai schedule :)

Hanya yg gak enaknya waktu yg terbatas, bangun pagi, selalu terburu buru, mesti on time karena kalau telat gak enak sama anggota group yg lain... dan utamanya kita gak bisa ngatur jadwal dan objek wisata. 

Sekilas melihat map rute kereta JR dan metro subway Jepang di Google, ya ampuuun jadi ciut juga nyalinya.. jaringan keretanya persis sarang laba2! apa mungkin ber-3 hunting di Jepang wira-wiri nanya sana sini berbekal google map bisa survive...?

Aeon Mall awal Maret yang lalu, mengadakan travel fair liburan ke Jepang dengan tawaran tour dari banyak travel terkenal. Yg dilirik anaks adalah itinerary-nya karena banyak daftar keinginan mereka  yang tidak masuk dalam lokasi tujuan; misalnya mereka mau ke Yokohama ke cup noodles museum dan ke Orbi Yokohama. Lagipula hampir rata-rata semua travel mempunyai tujuan objek wisata yang sama dan sudah pernah dikunjungi seperti Tokyo Disneyland, Disneysea, Universal Studio Japan, Danau Kawaguchi, Mt Fujiyama, outlet Gotemba,  Ginza dll.  Itu standard Tour.

Inginnya trip part 2 ini adalah meng-explore Jepang dari prefectur dan distrik yang lain karena pastinya banyak hal berbeda yang bisa dinikmati dan diserap untuk jadi references. Jepang adalah negara yang unik dan menarik untuk dikunjungi dari dekat. Perpaduan antara keramahan budaya dan kemajuan teknologi serta infrastruktur yang canggih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Eager and excited!

Akhirnya diputuskan, untuk trip ke Jepang kali ini dengan jalan sendiri tanpa intervensi travel dan berangkat akhir maret untuk bisa menikmati dari dekat season Sakura blooming.
Inilah kali pertama  jalan-jalan ke Negara lain tanpa seorang tour guide semoga Allah membimbing perjalanan dan menjadikan perjalanan ini jalan setapak menjadi ahli syukur yang selalu memujiNya disetiap waktu amiiin.

Bismillah. Bekal pertamaku pastinya adalah doa, mohon izin dan kemudahan Allah.



Moshi moshi Japan!

Hallo aku Lien Poerba..

Berbagi adalah kebaikan dan aku akan berbagi cerita perjalananku ke Jepang Part 2 (Maret 2016).
It would be the most interesting one.
Hope everyone who has passion of Japan can enjoy my blog...
Konbawa !