Setelah passport dan ticket di tangan, maka semangat berikutnya adalah hunting akomodasi yg affordable sesuai budget di kantong.
Bulan Maret-April seperti yang kita ketahui adalah bulan high season, karena semua turis mancanegara ingin menikmati indahnya Sakura di spot-spot utama di Jepang. Jadi pastinya semua travel agent jauh-jauh hari sudah confirmed untuk akomodasinya. Gak heran kalau sedang browsing hotel untuk di Tokyo ataupun Kyoto, Osaka jawabannya selalu.. "Maaf tanggal yang anda minta tidak avalaible". Kalaupun ada Hotel yg masih available, pasti rate-nya sudah tinggi, sayangkan bayar mahal hanya dinikmati untuk tidur malam saja.
"Nanti di Osaka nginap di hotel Shin'osaka ya.. hotelnya persis depan stasiun" ujar dr. Priyanti yang sudah malang melintang di Jepang saat sekolah dulu. Tapi lagi-lagi kecewa, karena hampir semua Hotel di Shin Osaka penuh. Rupanya banyak turis yang tidak kebagian hotel di Kyoto, jadi harus menginap di area Shin Osaka. Daerah itu adalah jarak yang terdekat menuju Kyoto, mengingat dari Shin Osaka ke Kyoto hanya memerlukan 15 menit naik shinkansen (kereta super express).
| Asakusa street |
Pengalaman Vidya di Vienna mendapat akomodasi melalui airbnb, akhirnya membuat kami juga mencari alternatif booking online lewat airbnb.com. Begitu banyak pilihan saat membuka web-nya, semua menampilkan foto rumah tampak depan, ruangan dan juga fasilitas yang tersedia serta jarak ke stasiun yg merupakan daya tarik tersendiri bagi turis. Harganya per malam pun jauh lebih murah dari menginap di Hotel. Alhamdulillah dari sekian banyak pilihan, kami memilih penginapan di daerah Asakusa - Tokyo dekat dengan Sensoji Temple. Komunikasi dengan pemilik apartment berjalan lancar via app airbnb. Detailed info, do and dont, denah ke lokasi serta cara mengambil kunci lengkap dikirim owner via email. Jadi sampai check out pun kami tidak pernah tatap muka dengan pemilik penginapan. Trust banget ya! Alhamdulillah akomodasi di Tokyo dan Osaka sudah confirmed liwat airbnb.com. Plong rasanya satu per satu beres dan karena kami harus pulang melalui NARITA lagi, maka pada 4 hari terakhir setelah kembali dari Osaka kami booked Richmond Premiere Asakusa Hotel yang dekat dengan Asakusa Stasiun melalui jalur Tsukuba express.
Setelah semua akomodasi sudah confirmed, maka schedule sudah tergambar dan itenerary sudah bisa dibuat sebagai salah satu persyaratan mendapatkan visa. Banyak alternatif penginapan di Jepangyang bisa dipilih, dari rate bawah seperti capsule hotel, hostel, dorm sampai hotel berbintang, apartment hingga ryokan. Pun ada kemudahan untuk booking online hotel tanpa harus membayarnya dulu.
"Be Smart to choose your accommodation!"

